CHAPTER 6 ; Gotcha!

1090 Words
CHAPTER 6 : Gotcha! Seperti hari hari sebelumnya. Saat ini Jessica sedang melatih kembali kemampuannya dalam pelajaran. Dulu saat ia duduk di bangku kuliah, ia mengambil jurusan kedokteran karena tanpa ia sadari ia sangat paham tentang hal hal seperti itu. Meskipun dokter bukanlah pekerjaan imipiannya, namun pengetahuan dari kehidupan sebelumnya sangat menguntungkannya saat ini. Dulu ia belajar sangat keras untuk masuk kuliah dan mempertahankan nilainya. Ia hampir frustasi karena saat saat itu ia benar benar terobsesi dengan belajar. “Hei, sungguh apa kau tidak lelah terus menatapi buku bukumu itu?” tanya Jason jengah. Jessica yang sudah menyadari kehadiran Jason sedari tadi hanya bungkam tanpa sedikitpun niat untuk menoleh. “Ayolah jangan seperti orang patah hati, bertahanlah 2 hari lagi, Alex sudah akan kembali” Sahut Jason lagi. Sudah 5 hari semenjak pesta ulang tahunnya dan kepergian Alex, surprisingly mereka tidak pernah berhubungan lagi semenjak hari itu. Selain karena Jessica yang memang sedang menyiapkan diri untuk ujian akhir semester minggu depan, Jessica juga tidak memiliki kontak Alex. “Apa hubungannya antara aku belajar dengan kepulangan Alex?” Timpal Jessica heran. “Bukankah kau belajar untuk mengalihkan pikiranmu dari Alex?” Tebak Jason. Jessica mengerinyitkan dahinya, lalu menggeleng tidak habis pikir. Pikiran bodoh dari mana itu? Bahkan saat ia belajarpun ia tetap memikirkan Alex! “Hentikan omong kosongmu itu, dan cepat katakan maumu” Ucap Jessica sembari meletakkan bolpoin-nya. Ia tahu pasti kakak-nya ini menginginkan sesuatu karena itu ia merecoki Jessica terus. Disisi lain, Jason menerbitkan senymannya. Ia terus menerus memuji Jessica didalam benaknya. Adiknya memang yang terbaik! *** “Kau merengek hanya untuk mengajakku kesini?” Heran Jessica sembari melihat keliling restoran dengan interior lumayan mewah tersebut. “Hei aku tidak merengek!” Jessica hanya memutar bola matanya dan duduk di tempat yang sudah dipesan oleh Jason. “Ini adalah restoran milik Bryan, dia memintaku mengajakmu kesini” Jessica mengerinyit, “Bukankah perusahaan keluarga Bryan bekerja di bidang media?” Ya, setaunya Bryan Cedric merupakan salah satu pewaris saham CDC Media. Lalu mengapa tiba-tiba sahabat karib kakaknya itu memiliki bisnis kuliner? Jason mengangguk, “Ini restoran yang ia bangun sendiri tanpa campur tangan keluarganya” Jawab Jason. Jessica hanya menganggukkan kepalanya dan melihat isi menu. Dilihat dari lokasi dan setiap detail didalam restoran tersebut tidak heran mengapa isi menu-nya memiliki harga yang cukup tinggi. Memang terlihat jelas bahwa ini adalah restoran yang tidak sembarang orang bisa kunjungi. . Setelah memesan makanan, Jessica beranjak menuju toilet setelah berpamit sekilas pada Jason. Sesampainya dipersimpangan menuju Toilet, Jessica mengerutkan dahi saat ia melihat sosok yang tidak asing baginya. Saat melihat menu tadi sudah Jessica katakana bahwa restoran ini memang diperuntukkan untuk kalangan kelas atas. Lalu mengapa Georgina bisa berada disini? Jelas gadis itu bukan dari kalangan atas. Dengan langkah pelan, Jessica mengubah arah tujuannya. Kini ia mengikuti gadis berambut pirang tersebut. Tidak, dia bukanlah keturunan barat, rambutnya bukanlah warna alami. Jika kalian melihat secara langsung kalian dapat melihat bagaimana kerusakan rambutnya. Dengan sigap Jessica mengeluarkan ponselnya saat melihat Gina yang menghampiri pria paruh baya. “Sayang, aku masih menunggu janjimu. Kau akan membelikan tas itu kan?” tanya Gina dengan nada manjanya. Pria paruh baya itu menarik Gina ke pangkuannya tanpa merasa risi dengan sekitarnya karena restoran tersebut masih terbilang sepi. Apalagi tempat mereka berada di spot aman untuk melakukan hal m***m seperti itu. “Tentu saja honey, aku harus berterimakasih pada tubuhmu ini” Jessica berhasil menahan dirinya untuk tidak muntah saat mendengar perkataan m***m pria tua tersebur. Sial, itu sangat menjijikkan. Ah, Bahkan Jessica harus kembali menahan jijik saat melihat tangan pria itu yang memasuki rok pendek Gina. ‘Kau benar benar menjijikan G.’ Batin Jessica tidak habis pikir. Tidak mau kalah, tangan Georgina kini menggenggam kejantanan pria paruh baya itu yang masih dilapisi celana dan membisikan sesuatu dengan gaya s*****l pada pria tersebut. Lalu tak lama pria itu menerbitkan senyum mesumnya sebelum mereka memulai adegan berciuman panas. Jessica dengan seringaiannya menghentikan perekaman videonya dan berlalu dari tempat tersebut. Jangan pernah bermimpi untuk selamat kali ini. *** Jessica membanting dirinya sendiri ke atas ranjang berukuran queen size-nya. Dengan keadaan perut terisi penuh, gadis itu kini sama sekali tidak memiliki niat untuk kembali bergelung dengan buku pelajarannya. Yang gadis itu pikirkan sekarang hanyalah tidur. Ting Mendengar notifikasi ponselnya, ia mendengus. ‘Selalu saja ada yang mengganggu’ Dengan terpaksa gadis itu mengambil ponselnya. 08xxxxxxxxxx |Jessica? Siapa?| . Nomor ponsel Jessica bukanlah sesuatu yang mudah untuk didapatkan. Privasi keluarga Soverall memang sangat terjaga. Jadi tidak heran mengapa Jessica kebingungan saat nomor asing menghubunginya. Ting |It’s Alexander Jessica membekap mulutnya sendiri saat membaca pesan tersebut. Demi apapun ia kelewat senang saat ini. SANGAT AMAT SENANG! Apa kalian tahu berapa lama gadis itu menunggu momen ini?!! Membayangkan wajah Alex saja terkadang gadis itu sudah terkikik geli. Bayangkan sendiri bagaimana reaksi gadi cantik itu sekarang. Ah maaf aku belum menyimpan nomormu| |It’s okay |Apa aku mengganggumu? *** Di benua yang berbeda, Alex memejamkan matanya perlahan. Saat ini kepalanya sungguh dipenuhi dengan gadis bernama Jessica. Pria itu sungguh ingin menemui Jessica setiap hari, apalagi setelah pesta ulangtahun gadis itu. Jessica telah berubah. Dan itu berhasil membuat Alex semakin tergila gila padanya. Jika saja bukan karena cabang perusahaannya disini yang memiliki beberapa masalah serius, tanpa pikir panjang Alex akan menghampiri Jessica detik ini juga. My J It’s okay | Apa aku mengganggumu? | | Tidak sama sekali Aku akan pulang besok, boleh aku mengunjungimu? | | Tentu saja! Tidak perlu sungkan | Tapi bukankah kau pulang 2 hari lagi? . Tanpa sadar senyum diwajah yang biasa datar itu terbit. Jessica-nya begitu menggemaskan. Terimakasih | Pekerjaanku selesai lebih cepat| | Tidak perlu berterima kasih! Kau bisa berkunjung kapanpun kau mau, Mommy dan Daddy pasti senang. | Wah, itu bagus! Kau tidak boleh kelelahan bekerja! . Alex semakin melebarkan senyumnya. Jujur saja, awalnya, ia mengira Jessica akan kembali memblokir nomornya. Namun jawabannya sungguh diluar dugaan. Alex bahkan terus membaca pesan Jessica berulang ulang dikepalanya. Kau tidak boleh kelelahan bekerja! Dengan itu Alexpun memutuskan untuk mempercepat seluruh pekerjaannya dan segera kembali untuk menemui gadisnya. *** TBC . SWEETENER Jason |Jason berhenti mengganggu Jessica Apa? Hei aku tidak menganggunya Aku bahkan tidak melakukan apapun! Lagipula tahu dari mana kau!? Dimana kalian? ?? Di restoran Hei pertanyaan macam apa itu?! Give me her pict Berhentilah membuatnya kesal Jason Astaga dasar pria gila ini…. Jason sent a picture Lihat?! Dia bahagia kan?!! Lihat senyumnya! Aku tidak membuatnya kesal! Kirimkan lagi Sialan -_ Kau bahkan tidak menjawab pertanyaanku Jason sent a picture Jason sent a picture 1.000.000/foto Kirim ke rekeningku segera! ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD