"Maaf, Bu Ditha." Bisik seorang wanita yang duduk tepat di sebelah kiri kursi kepada Ditha. Dia adalah Yasmin, asisten pribadinya. "Ya? Kenapa Kak Yasmin?" Tanya Ditha dengan cemas dan tidak tenang di tengah suasana yang hiruk pikuk di sekitar mereka berdua. "Sekretaris Pak Linggar menitipkan pesan kalau beliau sepertinya tidak akan sempat datang untuk acara pembukaan ini." Yasmin menjawab dengan takut-takut. "Lho gimana sih? Apa yang terjadi sama Linggar?" Protes Ditha. Seketika merasa sangat sedih dan kecewa. Bagaimana tidak kecewa, kalau siang ini Ditha harus tampil memberikan sambutan di tengah mimbar konferensi pers. Sebagai direktur perusahaan Sampoerna cabang Banyu Harum, yang hari ini akan dilaksanakan upacara pembukaan resminya. Padahal hari ini adalah hari yang sangat penti

