"nih luh, kamar kamu kamar mbak di atas itu depan kamar kamu kamar paidi, oh iya luh kamu bisa masak kan . mbak kan gak bisa jadi kamu yang masak ya dari pada mbak cari pembantu lagi mending duitnya buat kamu kan kamu mau gak luh ,"
" iya mbak galuh mau mbak lagian kalo di sini Galuh di suruh masak kan galuh jadi gak terlalu sungkan ke mbak ara"
"iya luh ya udah kamu istirahat gih pasti kamu capek " seru mbak Ara
" iya mbak makasih mbak" Jawab Galuh sesaat setelah mbak Ara berjalan keluar kamar galuh
saat ingin naik tangga mbak Ara hampir terpeleset dan untungnya ada paidi yang hendak berjalan ke ruang tamu berhasil merakul mbak Ara agar tidak terjatuh
hingga untuk beberapa detik mereka saling menatap dan tanpa mereka sadari wajah mereka saling berdekatan hingga keduanya saling melumat hingga beberapa saat mereka akhirnya tersadar apa yang barusan mereka lakukan
"maaf mbak, paidi gak bermaksud sahut Paidi sedikit gugup dan takut
" iya di mbak juga minta maaf ya jawab mbak ara yang juga merasakan sedikit malu.
" ya udah di kamu lanjut kerja mbak mau ke atas dulu"
,", iya mbak"
mbak ara berjalan menuju lantai 2 sambil terbayang apa yang barusan ia lakukan karena baru kali ini ia merasa ciuman yang membuat seluruh badannya bergetar dan menikmati ciuman itu padahal ia sering ciuman dengan suaminya tapi rasanya tidak senyaman dan seenak ini hingga ia tiduran di kasur dan masih membayangkan wajah polos Paidi saat minta maaf setelah ciuman tadi . ingin rasanya melumat bibir Paidi lagi tapi ia terlalu malu untuk mengakui nya,
Paidi dengan perasaan tidak enak karena telah melumat bibir majikanya pun terus membersihkan ruang tamu, kemudian ia berniat untuk memasak, dan ia pun bergegas menuju dapur.