musibah membawa berkah

419 Words
sesaat setelah paidi sampai di dapur ia pun segera mulai memasak, saat hendak memotong sayuran tanpa sengaja tangan paidi terkena pisau " auw jerit Paidi reflek karena merasakan sedikit perih di jari nya" " knpa di?" tanya galuh sambil berjalan ke arah Paidi . "ini mbak kenapa pisau tadi cuma kaget mbak, maaf ya mbak tadi paidi berisik ya sampai mbak galuh terbangun" " bentar biar ku ambilin obat merah sama plester " sambil berjalan menuju kotak p3k yang letaknya tak jauh " sini di biar aku obati dulu" ucap Galuh sambil menarik tangan paidi " iya mbak galuh" sambil berjalan menuju kursi dapur yang di duduki oleh galuh dengan sigap Galuh sudah selesai membalut luka di tangan paidi. " makasih ya mbak" ucap Paidi penuh rasa berterima kasih " iya di, tapi knp kmu masih manggil aku mbak mbek mbak mbek emangnya aku kambing apa , kan aku udah bilang panggil nama aja di aku GK mau kelihatan lebih tua dari kamu" jawab Galuh sambil memasang muka bete " heheheh iya deh galuh . aku minta maaf, lupa tadi, udah jangan bete gal" jawab Paidi sambil memperhatikan wajah galuh yang masih bete " terserah aku dong mau bete apa nggak bukan urusan mu" jawab Galuh yang masih bete " iya sih gal bukan urusan ku, tapi........." " tapi apa lagi" jawab Galuh sebelum Paidi selesai bicara " tapi kalo kamu bete, bulu hidung mu goyang goyang tuh..... hahahaha " sedikit goda Paidi untuk mencairkan suasana. " ih Paidi ngeselin " sambil memukul bahu paidi pelan karena malu, hingga mereka terpeleset karena lantai sedikit licin " bruk " paidi dan Galuh sama sama diam untuk beberapa detik saat tubuh seksi galuh terjatuh di atas paidi yg terjatuh lebih dulu, hingga Paidi tak mampu menahan bibir nya untuk mencumbu bibir tipis galuh. "clup, clup, clup " suara bibir menghiasi ruang dapur 1 menit berlalu, 2 menit berlalu hingga beberapa saat mereka mulai melepaskan ciuman karena samar 2 terdengar suara kaki turun tangga. dengan terburu buru mereka segera merapikan baju , rambut dan kembali memasak. " di " bisik galuh " apa mbak " " kamu jago juga ya servisan nya" " berarti kalo jago, galuh mau lagi dong? hehehe " jawab Paidi lirih sambil tersenyum ke arah Galuh yang kelopak mata bawah nya mulai memerah karena rangsangan Paidi " mau sih, tapi nanti istrinya marah lagi" " saya belum punya istri mbak" sambil tersenyum ke arah Galuh dalam hati paidi senang sekali bisa berciuman dengan galuh yang wajahnya mirip artis.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD