" gak capek kok luh" Jawab paidi sambil tersenyum
" beneran di?" tanya galuh meyakinkan
" iya bener dong" sambil melangkah masuk ke kamar galuh
paidi langsung mengambil posisi di belakang Galuh dan mulai memijat pundak galuh
" yang pegel pundak aja luh?" tanya paidi sembari memijit Galuh
" enggak di, badanku rasanya rentek rentek semua" jawab Galuh
" yaudah aku ambil minyak urut dulu" sahut Paidi
" jangan di, aku gak suka bau minyak urut, pake body losion aja di" sambil menunjuk ke arah meja
" oke, kamu buka bajunya tutupin pake kain" seru paidi
" kamu tutup mata ya di" pinta Galuh
" iya aku tutup mata" sambil membelakangi galuh Paidi pun tutup mata
" udah belum luh?" tanya paidi
" udah " sahut galuh dengan posisi tengkurap di mana bagian depan nya di tutup pake kain walaupun Paidi dengan jelas bisa melihat sambil d**a putih yang menonjol.
" oke" sahut Paidi berjalan menuju galuh dan mulai memijat Galuh
" eh di kamu sebenarnya tau gak kerjaan mas Andi?" tanya galuh untuk mencairkan suasana
" tau ku sih dia kerja di luar negeri" jawab paidi singkat karena ia fokus memijit dan mengamati bagian samping d**a putih yang sedikit menyembul keluar
" mas andi di sana jadi bandar narkoba lho di" terang Galuh
" ih... masak luh?" tanya paidi karena terkejut dengan pernyataan galuh.
" iya di, bahkan mbak Ara itu gak tau ia istri ke berada di" terang Galuh kembali
" aku malah baru tau dari kamu luh, soalnya mas Andi kelihatan nya orang baik" Jawab paidi sembari merubah posisi duduk nya, Paidi mengambil posisi di atas p****t galuh tapi Paidi tidak menduduki nya hanya mengangkangi Galuh.
" eh di ngomong ngomong pijitan kamu enak juga ya badanku udah mulai entengnya, emangnya kamu pernah kerja jadi tukang pijit? tanya galuh
"gak pernah luh, aku dulu di ajarin sama bapak " jawab Paidi yang mulai terangsang karena posisi ia memijat mengangkangi p****t galuh yang sintal itu dan d**a yg sedikit menyembul dari balik kain itu membuat Paidi ingin sekali meremasnya.
" di...... " suara galuh sedikit mendesah saat wortel Paidi menggesek p****t galuh tanpa sengaja karena gerakan memijitnya
" iya apa luh" tanya paidi
" gapapa di " jawab Galuh sambil menggigit bibir bawahnya
tangan paidi mulai memijat dan dengan sengaja Paidi mengarah kan tangan kesamping d**a yg menonjol , sambil memijit ia sengaja membiarkan jarinya untuk memijit bagian samping itu
Galuh hanya bisa diam menerima kenikmatan itu