giliran galuh

409 Words
" gak capek kok luh" Jawab paidi sambil tersenyum " beneran di?" tanya galuh meyakinkan " iya bener dong" sambil melangkah masuk ke kamar galuh paidi langsung mengambil posisi di belakang Galuh dan mulai memijat pundak galuh " yang pegel pundak aja luh?" tanya paidi sembari memijit Galuh " enggak di, badanku rasanya rentek rentek semua" jawab Galuh " yaudah aku ambil minyak urut dulu" sahut Paidi " jangan di, aku gak suka bau minyak urut, pake body losion aja di" sambil menunjuk ke arah meja " oke, kamu buka bajunya tutupin pake kain" seru paidi " kamu tutup mata ya di" pinta Galuh " iya aku tutup mata" sambil membelakangi galuh Paidi pun tutup mata " udah belum luh?" tanya paidi " udah " sahut galuh dengan posisi tengkurap di mana bagian depan nya di tutup pake kain walaupun Paidi dengan jelas bisa melihat sambil d**a putih yang menonjol. " oke" sahut Paidi berjalan menuju galuh dan mulai memijat Galuh " eh di kamu sebenarnya tau gak kerjaan mas Andi?" tanya galuh untuk mencairkan suasana " tau ku sih dia kerja di luar negeri" jawab paidi singkat karena ia fokus memijit dan mengamati bagian samping d**a putih yang sedikit menyembul keluar " mas andi di sana jadi bandar narkoba lho di" terang Galuh " ih... masak luh?" tanya paidi karena terkejut dengan pernyataan galuh. " iya di, bahkan mbak Ara itu gak tau ia istri ke berada di" terang Galuh kembali " aku malah baru tau dari kamu luh, soalnya mas Andi kelihatan nya orang baik" Jawab paidi sembari merubah posisi duduk nya, Paidi mengambil posisi di atas p****t galuh tapi Paidi tidak menduduki nya hanya mengangkangi Galuh. " eh di ngomong ngomong pijitan kamu enak juga ya badanku udah mulai entengnya, emangnya kamu pernah kerja jadi tukang pijit? tanya galuh "gak pernah luh, aku dulu di ajarin sama bapak " jawab Paidi yang mulai terangsang karena posisi ia memijat mengangkangi p****t galuh yang sintal itu dan d**a yg sedikit menyembul dari balik kain itu membuat Paidi ingin sekali meremasnya. " di...... " suara galuh sedikit mendesah saat wortel Paidi menggesek p****t galuh tanpa sengaja karena gerakan memijitnya " iya apa luh" tanya paidi " gapapa di " jawab Galuh sambil menggigit bibir bawahnya tangan paidi mulai memijat dan dengan sengaja Paidi mengarah kan tangan kesamping d**a yg menonjol , sambil memijit ia sengaja membiarkan jarinya untuk memijit bagian samping itu Galuh hanya bisa diam menerima kenikmatan itu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD