Reza menelan ludah kasar, sementara Livia tersenyum miring. Harapan Livia besar agar Lily tidak meneruskan kontrak mereka. Dia terus bergumam dalam hati dan mengucap doa tersebut penuh harap. "Anda harus bertunangan dengan saya jika mau saya menyetujui kontrak ini! Atau ... kita pacaran dulu? Yang jelas, saya tertarik dengan Anda Pak Reza!" Lily berusaha mendekati Reza yang duduk di sampingnya. Namun, Livia pun bergerak cepat. Dia langsung berpindah ke pangkuan Reza kemudian mengalungkan lengannya pada leher lelaki tersebut. Tak hanya itu, Livia bahkan memberanikan diri untuk mengecup sekilas bibir Reza. Reza langsung membeku dengan mata terbelalak. Lily tersenyum kecil kemudian memalingkan wajahnya. Livia langsung turun dari pangkuan Reza, lalu menatap tajam perempuan di hadapannya. "

