"Rahasia!" Livia terkekeh kemudian kembali mengedarkan pandangannya ke sepanjang sungai Chao Phraya. Reza tersenyum lembut dan terus menatap Livia. Semakin lama memandang Livia, jantung Reza berdetak semakin kencang. Lelaki itu memegang dadanya yang terus berdebar. Setiap melihat Livia tersenyum, jantungnya berdetak semakin kencang. Lelaki itu tetap diam dan memilih untuk ikut menatap sungai yang terus mengalir lembut. Setelah rakit keduanya tak lagi tampak, Livia mulai beranjak. Keduanya pergi ke toko untuk mengembalikan pakaian yang disewa. Setelah itu, Livia dan Reza kembali ke hotel. Mereka akan kembali ke Jakarta karena harus segera mengerjakan proyek game itu tepat waktu. "Sebelum pulang, mau jalan-jalan sebentar untuk membeli oleh-oleh?" tabya Reza ketika sampai di depan pintu k

