Suara langkah kaki membuyarkan lamunannya. Elmira menoleh cepat. Malik keluar dari dalam kamar, mengenakan kemeja putih tipis dan celana santai, rambutnya agak berantakan. Ia menghampiri tanpa berkata apa-apa, lalu duduk di kursi seberang Elmira. “Kau belum tidur?” tanyanya datar. Elmira menggeleng. “Sulit tidur di tempat asing.” Malik hanya mengangguk kecil, menatap laut di kejauhan. Hening kembali turun di antara mereka. Elmira ingin bertanya. Ingin sekali. Siapa perempuan itu? Apa hubungan kalian sebenarnya? Kenapa tatapanmu padanya begitu… lain? Tapi yang keluar hanya, “Kau terlihat dekat dengannya.” Malik menoleh pelan. “Siapa?” “Delphine.” Malik tidak langsung menjawab. Ia menunduk sejenak, seolah memilih kata. “Kami pernah saling mengenal.” Hanya itu. Satu kalimat pendek,

