1.Mempesona
Gadis cantik dengan rambut panjang dan kulit sebening kristal itu tengah tersenyum ketika seorang penata rias sedang memuji kecantikan parasnya. Senyumnya merekah sempurna, dia tersenyum dengan elegant setiap ada orang yang memuji kecantikannya. Aura seorang super model sangat melekat kuat pada dirinya. Dia adalah Joycelline, putri satu-satunya dari Gilbert Hamilton dan Ellisabeth Hamilton, seorang pengusaha dan punguasa klan kartel terbesar di Sisilia. Joycelline adalah gadis yang ramah, mudah sekali tersenyum dan bertutur kata sopan, khas seorang putri bangsawan. Menjadi seorang model membuat Joycelline di idolakan banyak wanita, namanya sudah cukup terkenal di wilayah Italia. Meskipun dari keluarga terpandang, Joycelline tak pernah membedaka para fansnya, dia selalu terlihat ramah di setiap kesempatan.
Gilbert awalnya mempermasalahkan profesi putrinya, meskipun tidak semua orang mengetahui identitas asli Joycelline sebagai putri mafia, Gilbert tetap menghawatirkan keselamatannya. Menjadi seorang model membuat Joycelline akan mudah dikenal banyak orang, setiap hal dibalik kehidupannya akan menjadi fakta yang selalu di tunggu para penggemarnya. Gilbert takut jika pada akhirnya para musuh akan mengetahui fakta dengan mudah jika dirinya memiliki seorang putri yang berprofesi menjadi seorang model. Identitas klan Cosa Nostra sangat terjaga dengan ketat. Siapapun tidak bisa dengan bebas mengetahui siapa saja keluarganya, sebab akan membahayakan keselamatan keluarganya sendiri. Tapi atas bujuk dan rayuan putrinya, pada akhirya Gilbert mau menyetujui profesi putrinya dengan catatatan jika Joycelline harus bisa menjamin keselamatanya sendiri.
“Aku beruntung menjadi penata riasmu hari ini, kamu sangat cantik.” Puji penata rias itu sembari tersenyum. Dia memberikan pewarna pada bibir Joycelline dan merasa iri mengapa ada wanita dengan bibir semenggoda ini. “Siapapun yang akan menjadi pasanganmu, dia pasti adalah pria yang beruntung,’ ucap penata rias itu sembari terkekeh. Joycelline tidak bisa menyembunyikan senyumannya.
“Kamu hanya terlalu memuji, membuatku malu saja,” jawab Joycelline menimpali.
“Aku tidak berpikir kamu akan menggunakan jasaku 2 kali, mengingat di pertemuan kita yang pertama kamu tidak menunjukan respon yang terlihat suka. Jika boleh tau, makeup kali ini apakah ada pemotretan special?” tanya wanita itu sembari mengoleskan powder brush sebagai langkah akhir dari makeup kali ini.
“Mungkin sedikit privasi, maaf aku tidak bisa mengatakannya,” jawab Joycelline dengan ramah. “Maafkan aku jika terlalu ikut campur,” sesal penata rias itu sembari mengecek hasil makeup kali ini.
Sebagai public figure, Joycelline tidak bisa dengan mudah membocorkan informasi sekecil apapun, karena hanya akan mengundang pertanyakan lebih banyak berita.
Joycelline telah menyelesaikan makeupnya hari ini, dia terlihat sangat puas dengan hasilnya. Tetap natural tapi tetap memancarkan auranya.
Malam ini keluarga Hamilton akan menghadiri acara pertunangan Jeslyn, putri dari Arthur Addison - pengusaha real estate paling berpengaruh di Amerika untuk bersanding dengan putra mereka,Robert Elliot Hamilton - kakak kandung dari Joycelline.
Acara pertunangan Robert dan Jeslyn di gelar secara private, hanya dihadiri oleh keluarga besar kedua keluarga paling berpengaruh di dunia menurut majalah Forbes. Selama ini Joycelline memang mengenal Jeslyn, tetapi tidak sedekat itu. Joycelline tidak pernah berani untuk ikut campur urusan pribadi kakaknya. Beberapa kali bertemu dengan Jeslyn tidak membuat Joycelline mencari semua hal tentang calon kakak iparnya. Karena Joycelline yakin jika Robert tidak akan memilih calon istrinya secara sembarangan, hal sekecil apapun pasti sudah di ulik kakaknya.
Saat acara berlangsung, ada sesuatu hal yang membuat Joycelline menyesali keputusannya untuk tidak mencari tahu lebih dalam tentang Joycelline selama ini. Joycelline tau jika calon kakak iparnya adalah putri seorang penguasaha dan memiliki seorang kakak laki-laki. Tapi kakak laki-laki yang di maksud oleh media tidak pernah membuatnya penasaran. Sampai dengan malam ini, sosok pria berperawakan tinggi, berotot dan Nampak gagah itu berhasil mengalihkan perhatiannya. Selam aini Joycelline selalu melihat jika pria paling tampan di dunia adalah daddy dan kakaknya. Tapi sekarang Joycelline menyadari jik ada pria lain di dunia ini yang berhasil menarik perhatiannya. Pria itu, Nelson Richard Addison - seorang taipan kaya raya yang berhasil membawa Addison Group makin Berjaya di tanah Amerika. Joycelline terpesona dengan cara Nelson berbicara, cara pria itu memperlakukan adik dan mommynya. Joycelline terpesona melihat senyumanya, bahkan pikiran kotornya membayangkan bagaimana jika tubuh kecil itu berada dalam pelukannya.
“Hai Joy, kenapa kamu melamun?” Suara merdu dari calon kakak iparnya membuat Joycelline terkejut. Joycelline lalu tersenyum melihat Jeslyn yang menatapnya dengan heran. “Aku tidak melamun, aku hanya sedang menatap ke sekeliling saja,” jawab Joycelline untuk menutupi kegugupannya.
“Aku belum mengatakan jika kamu sangat cantik malam ini. Aku justru iri karena kamu lebih memukau dari pada aku,” canda Jeslyn yang langsung membuat Joycelline tertawa. “Aku sangat tidak terima jika kamu mengatakan aku lebih cantik. Kamu sungguh memukau mala mini kak Jeslyn, bahkan sejak tadi kak Robert tidak mengalihkan pandangannya darimu,” jawab Joycelline sembari menatap ke arah Robert. Jeslyn yang ikut menatap ke arah Robertpun sampai ikut tersipu malu.
“Kak Robert beruntung memiliki calon istri memukau seperti dirimu. Tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu, apakah boleh?” tanya Joycelline sembari merapatkan tubuhnya ke arah Jeslyn.
“Apa yang mau kamu tanyakan?” tanya Jeslyn penasaran. “Apakah Kak Nelson itu kakak kandungmu?” tanya Joycelline dengan ekspresi polos. Jeslyn yang mendengarnya seketika tertawa. “Kenapa kamu berpikir jika Kak Nelson bukan kakak kandungku? Apakah muka kami tidak terlihat mirip?” jawab Jeslyn terkekeh geli.
“Aku hanya tidak tau banyak tentangnya. Aku tahu jika kamu memiliki seorang kakak, tapi tidak pernah berpikir jika kakakmu adalah Nelson Richard Addison. Dia cukup tampan untuk ukuran pria matang, aku yakin dia menjadi incaran banyak gadis,” ucap Joycelline sembari menatap Nelson yang sedang dikerumuni oleh pria-pria berdasi. Jeslyn ikut menatap ke arah Nelson dan tersenyum bangga. “Aku bangga memiliki sosok kakak sepertinya. Aku tidak pernah mengerti kenapa aku bisa seberuntung ini menjadi bagian dari keluarga Addison. Aku tau banyak Wanita mengidolakan kakakku, tapi entah kenapa dia memilih melajang hingga saat ini. Aku juga tidak menyangka dia akan menyetujui pernikahanku, dia bahkan rela aku langkahi,” jawab Jeslyn dengan tersenyum haru. Mendengar Nelson sedang melajang membuat semangat Joycelline membara. Dia langsung menunjukan senyum terbaiknya, meskipun Nelson tidak menatap ke arahnya.
“Pria setampan Kak Nelson tidak memiliki kekasih? Tapi apakah dia memiliki banyak Wanita untuk menghangatkan ranjangnya?” Mendengar ucapan Joycelline membuat Jeslyn seketika menoleh ke arahnya.
“Aku tidak tau tentang itu. Meskipun kita cukup dekat sebagai saudara, tapi aku tidak pernah ikut campur perihal ranjangnya. Tapi, kenapa kamu begitu penasaran dengan kakakku?” tanya Jeslyn penasaran.
“Entahlah, aku merasa auranya begitu mempesona. Aku mengira selama ini pria keren itu hanya Daddy dan Kak Robert, tapi ternyata Kak Nelson juga mempesona,” jawab Joycelline sembari terkekeh geli.