2.Bercengkrama

914 Words
Di malam itu, keakraban Joycelline dan Jeslyn terjalin semakin erat. Jeslyn begitu menyukai calon adik iparnya, dia gadis yang polos, menggemaskan tapi juga cantik. Jeslyn mengagumi setiap pahatan yang ada pada Joycelline, jiwa muda yang membara tapi juga bebas. Mereka berdua masih asyik berceletuk ria, membicarakan tentang para pria. “Apakah kamu punya rencana menikah muda?” tanya Jeslyn penasaran, Joycelline seketika tertawa. “Jujur saja belum, aku belum mewujudkan mimpiku, Kak. Aku ingin sukses dulu baru aku akan menikah,” jawab Joycelline dengan santai. “Memang apa yang menjadi mimpimu? Memimpin Perusahaan seperti Robert?” Joyceline seketika tersenyum dan menggeleng. “Aku ingin menggemari dunia modeling, aku juga ingin memiliki butik. Aku tidak pernah berpikir ingin pusing mengurus Perusahaan seperti Kak Robert. Dan lagi pula, kenapa aku belum ingin menikah, mungkin tidak ada pria semempesona Kak Robert dan Daddy yang berhasil menarik perhatianku,” jawab Joycelline dengan candaanya. “Apakah menurutmu Daddy Arthur tidak mempesona? Auranya lebih kuat,” timpal Jeslyn sembari tertawa. Joycelline langsung menunjukkan raut muka takut. Dia langsung mengalihkan tatapan matanya pada Arthur. Pria tua itu memang terlihat gagah, tapi dia terlihat lebih menyeramkan dari pada mempesona. Jeslyn lalu tertawa melihat ekspresi Joycelline. “Tapi Kak Nelson cukup mempesona.” Celetuk Joycelline tiba-tiba. “Kamu ingin menyapanya?” ucap Jeslyn lalu tiba-tiba menarik lengan Joycelline dan membawanya mendekati Nelson. “Hai Kak, apa kami mengganggu?” ucap Jeslyn yang tiba-tiba menyela obrolan Nelson dengan para sepupunya. “Hai Sweetheart, kami hanya sedang mengobrol santai saja,” jawab Nelson dengan tersenyum. Mendengar jawaban Nelson membuat para sepupunya itu secara otomatis mengundurkan diri, karena waktunya mereka basa-basi sudah selesai. Siapa yang berani menyinggung tuan putri dari keluarga Addison itu. Hanya mendengar panggilan sayang Nelson untuk Jeslyn saja sudah membuat hati Joycelline menghangat. “Ada apa?” tanya Neslon penasaran sembari menatap ke arah Jeslyn dan Joycelline bergantian. “Aku ingin memperkanalkanmu dengan adik iparku, dia Joycelline,” ucap Jeslyn sembari menyenggol bahu Joycelline. Alis Nelson seketika terangkat, “Bukankah kita sudah berkenalan? Aku tau dia adik Robert” jawab Nelson penasaran. Pasalnya sebelum acara pertunangan hari ini, tadi Jeslyn sudah memperkenalkan seluruh keluarga Hamilton pada keluarga besar Addison. Melihat reaksi Nelson membuat Joycellinem alu, dia merutuki apa yang dilakukan Jeslyn secara tiba-tiba ini. “Aku tahu kalian sudah saling berkenalan, tapi aku rasa kita semua harus menjalin hubungan dekat memngingat kita akan menjadi keluarga setelah ini,” jawab Jeslyn dengan ceria. “Kamu betul juga, aku rasa sekarang ini kita terlihat sangat canggung untuk disebut menjadi calon keluarga.” Mendengar ucapan Jeslyn dan Nelson membuat Joycelline tersadar jika apa yang dia rasakan ini salah. Jeslyn akan menjadi kakak iparnya, perasaan pada Nelson tentu saja salah. “Joycelline!” panggil Jeslyn sembari mengguncang tubuh Joycelline yang melamun. “Maaf Kak, apa yang kamu katakana tadi?” jawab Joycelline dengan gugup. “Kak Nelson tanya, apa kegiatanmu sekarang?” tanya Jeslyn dengan tertawa karena melihat ekspresi lucu Joycelline. “Maaf aku tadi tidak fokus mendengarkan, aku seorang model, Kak. Aku sedang bercita-cita untuk mengembangkan karir di Amerika. Sudah cukup bosan di Sisilia.” Obrolan mereka terus berlanjut, bahkan Nelson sampai menawarkan Joycelline untuk menjadi model di Addison Group. Joycelline sangat senang bisa berbincang dengan Nelson, dia pria yang ramah dan mudah bergaul. Joycelline dia akan menjadi pria kaku yang hanya peduli dengan bisnis seperti kakaknya, tapi ternyata Joycelline salah besar. Mereka semua asyik mengobrol sampai semuanya terhenti Ketika Robert datang menghancurkan kedekatan mereka bertiga. “Sudah malam, apa kamu tidak Lelah?” ucap Robert sembari melingkarkan tangannya kepinggang Jeslyn. “Aku tidak lelah, aku sedang menikmati acara ini,” jawab Jeslyn dengan senyuman manjanya. Pembawa acara memang sudah menginformasikan jika acara telah selesai sejak 1 jam yang lalu, tetapi jika ada tamu yang masih ingin tetap di mansion Addison maka di persilahkan untuk tetap berada di lokasi. Mengingat ini acara orang-orang berpengaruh, tentu saja menjadi ajang untuk menjalin kerja sama dengan masing-masing perusaan besar. “Aku harus ke Belanda malam nanti, aku harus segera pulang. Apa tidak masalah?” ucap Robert sembari berbisik mesra di telingan Jeslyn. “Bisakah Kakak tidak melakukan hal menjijikkan seperti ini? Masih ada aku dan Kak Nelson di sini,” ucap Joycelline dengan sebal karena melihat kelakuan Robert yang tidak melihat tempat untuk bermesraan. Robert justru tersenyum dan menyentil dahi adiknya. “Maafkan kami,” jawab Robert dengan santai tapi tetap bergelayut manja dengan Jeslyn. “Jika kamu ingin segera Kembali, tidak masalah. Aku tau pekerjaanmu masih banyak,” ucap Nelson menimpali. Robert lalu melepaskan lilitannya di pinggang Jerslyn lalu mendekati Nelson dan memeluknya sekilas sebagai tanda perpisahan. “Ada pertemuan pemegang saham yang harus aku hadiri di Belanda dini hari ini, Kak. Aku tidak bisa menundanya karena hal ini sangat mendesak, terima kasih sudah mau mengerti,” jawab Robert dengan ramah. Joycelline bahkan sampai heran, apakah ini benar kakaknya? Sangat berbeda dengan penggambaran Robert yang selama ini di kenalnya. Robert dan Joycelline memilih untuk berpamitan terlebih dahulu, meninggalkan kedua orang tuanya yang masih ingin menetap karena masih harus ada beberapa obrolan bisnis yang belum selesai. Joycelline ingin menginap di mansion Robert sehingga dirinya ikut pulang bersama dengan kakaknya. “Apa menurutmu sikap mereka tidak mencurigakan?” tanya Nelson sembari menatap kepergian Robert dan Joycelline. “Apa yang membuat Kakak merasa mereka mencurigakan?” Nelson tidak menjawabnya, dia justru merangkul bahu adiknya dan mengajaknya masuk ke dalam area mansion. “Kakak hanya terlalu banyak berpikir sweetheart, semoga intuisi Kakak salah,” ucap Nelson dengan senyum teduhnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD