Chapter 86 : Setelah Kepulangan Ryan

1590 Words

Sejak sore itu, ketika Ryan benar-benar pamit, suasana rumah seperti kehilangan denyut. Nu berdiri di teras, menatap punggung lelaki yang perlahan menjauh dengan langkah mantap. Mobil yang membawanya ke Semarang melaju meninggalkan debu tipis di jalanan perumahan. Hening. Bahkan angin pun seolah enggan singgah. “Mas Ryan…” bisik Nu, suaranya tercekat. Tangannya meremas erat ujung daster yang dipakainya. Dadanya bergemuruh, perasaan campur aduk antara bangga sekaligus kehilangan. Ia tahu, Ryan harus kembali pada rutinitasnya, pada tanggung jawab yang menunggu. Namun, kepergiannya tetap saja meninggalkan rongga kosong yang begitu besar. Nu memejamkan mata sejenak, mencoba menenangkan hati. Tapi begitu membuka mata, seolah ada hawa lain yang menyergap. Dari balik ruang tamu, sepasang mata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD