Chapter 80 :Cinta Versus Jerat Kegelapan

1361 Words

Malam itu, setelah kehebohan yang nyaris merenggut nyawa Ryan, apartemen kembali hening. Namun, hening itu bukanlah ketenangan, melainkan jeda penuh kegelisahan. Semua masih duduk terdiam di ruang tengah, saling menatap tanpa kata. Ryan duduk bersandar di sofa, wajahnya pucat pasi, tubuhnya masih terasa dingin meski sudah mengenakan sweater tebal. Nu duduk di sampingnya, kepalanya bersandar di d**a Ryan, seolah takut jika ia melepaskan pelukan, Ryan akan kembali hilang. Yuni Ndaru, Tya, dan Bianca masih sibuk membereskan noda darah dan muntahan hitam yang tadi sempat mengotori lantai. Wajah-wajah mereka sama-sama muram, ketakutan, tapi juga menyimpan tekad. Namun, tanpa mereka sadari, mata Nu sayup-sayup mulai meredup. Pandangannya berkunang, dan suara-suara asing merayap di telinganya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD