Chapter 81 : Restu yang Beracun

1200 Words

Rumah Dewi di Mranggen masih beraroma busuk. Lantai penuh bercak darah hitam yang sudah mulai mengering, menyebarkan bau anyir menusuk hingga ke halaman. Malam itu benar-benar mengiris tubuh Dewi—ritualnya gagal, serangannya terpental balik, dan tubuhnya remuk seakan dipukul palu raksasa dari dalam. Ia tergeletak di lantai, tubuhnya telanjang, hanya diselimuti kain lusuh yang terburu-buru ditarik dari kursi. Nafasnya terengah, d**a naik-turun, peluh bercampur darah membasahi wajahnya. Mamah, atau Nyai Srintil, duduk bersila di kursi kayu reyot di sudut ruangan. Matanya yang redup memantulkan cahaya api lilin, sementara bibirnya menyungging senyum sinis. Dari tenggorokannya keluar suara cekikikan lirih yang makin lama makin keras. “Hehehehe… hehehehahahaha…” Suara itu menggema, menusuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD