Chapter 82 : Restu yang Ditunggu

1075 Words

Pesan singkat di layar ponsel itu seakan jadi bom waktu. Nu menatapnya lama, bibirnya bergetar. "Untuk putriku Nu dan Ryan… aku sudah lelah dengan dendam. Aku ingin menebus kesalahanku. Pulanglah, biar kita mulai dari awal. Aku ingin memberi restu pada kalian." Tangannya gemetar. Jantungnya berdegup keras, seolah hendak melompat keluar. “Ibu…” bisiknya pelan. Air matanya jatuh begitu saja. Ryan langsung mendekat, meraih pundaknya. “Nu, jangan dulu percaya. Kita nggak tahu apa maksudnya.” Nu menoleh, tatapannya berkaca. “Tapi Mas Ryan… itu Ibu. Selama ini aku berdoa, berharap, meski kecil banget rasanya. Kalau sekarang dia bener-bener sadar, apa aku tega nolak?” Ryan menatap dalam matanya, dilema jelas terpancar. Ia ingin melindungi Nu, tapi juga tahu betapa rindunya perempuan itu pad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD