Chapter 84 : Pagi yang Mengusik

1173 Words

Pagi itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, rumah milik Dewi di kampung Mranggen tampak berbeda. Jendela-jendela yang biasanya tertutup rapat dengan tirai lusuh, kini terbuka lebar. Pintu depan yang selama ini jarang sekali dibiarkan terbuka, pagi ini menganga seolah membiarkan udara segar masuk. Udara pagi menyeruak masuk ke ruang tamu. Aroma tanah basah dan kicau burung terasa asing bagi rumah yang selama ini dikuasai hawa pengap dan gelap. Tetangga-tetangga yang biasa berjalan pagi melintasi rumah itu pun tertegun. “Lho, rumah Bu Dewi kok kebuka semua ya? Biasanya kan kayak rumah kosong,” bisik seorang ibu setengah baya sambil menghentikan langkahnya. “Iya, aneh. Jangan-jangan ada tamu penting?” sahut yang lain dengan nada penuh rasa ingin tahu. Tak lama kemudian, mereka s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD