Prologue
“Pelan-pelan.” Suara serak terdengar, sebuah tangan besar masuk ke sela baju gadis itu dan
membuat gadis itu menjelma jadi seorang gadis nakal yang penuh dengan Hasrat.”
“Aku merindukanmu,” bisik pria itu.
“Aku juga,” jawab gadis itu. “Aku cinta, Paman.”
“Hushh. Nanti ayahmu mendengarnya. Jadi, bersikaplah dengan tenang, karena ayahmu tak
tahu kalau Paman sudah kembali.”
Frenada Cahya Malika, seorang gadis cantik yang kini berada dibawah tindihan seorang pria gagah dengan ketampanan diatas rata-rata. Mereka melakukan hubungan itu, hubungan ranjang yang harusnya hanya dilakukan dengan pasangan yang sah.
Frenada yang sering dipanggil Fre, adalah anak tunggal dari Helena dan Ilyas. Kini kuliah di salah satu universitas di Jakarta dengan nilai yang cukup tinggi.
Pria yang kini menindihnya dan menikmati setiap jengkal tubuhnya adalah pamannya. Sebelum terjadi hubungan terlarang ini, mereka juga tak dekat, mereka juga real paman dan keponakan, namun entah sejak kapan cinta itu hadir, hubungan terlarang pun terjadi.
Beberapa minggu yang lalu, ia berlutut didepan ayahnya untuk meminta ampun, namun sang Ayah tersulut emosi hingga menamparnya untuk pertama kalinya. Ia menangis terus menerus, namun itu tidak membuat sang Ayah luluh.
Ketika berada di barclub bersama teman-temannya untuk merayakan ulang tahun salah satu teman kampusnya, bar itu dikepung kepolisian karena ada pesta Narkoboy yang terjadi malam itu.
Media menyorot wajah Fre hingga di tonton oleh sebagiannya adalah rekan bisnis dan juga kerabat sang Ayah dan Ibu, bahkan tetangga menjadikannya bahan cerita disetiap kesempatan, bukan hanya Fre, namun kedua orangtuanya mengalami hal yang sama, dimanapun mereka berada, orang yang mengenal mereka akan menjadikan mereka sebagai bahan cerita yang cukup seru.
Saat sang Ibu arisan di kafe, yang menjadi bahan pembicaraan mereka hanya Fre, mereka menanyakan apakah Fre direhabilitasi atau tidak, namun sang Ibu selalu membelanya dan mengatakan bahwa tidak ada kandungan Narkoboy didalam tubuh putrinya ketika di periksa, Fre bersama teman-temannya dan salah satu temannya memfitnah Fre dan menaruh obat haram itu didalam tas Fre.
Hingga Fre harus mengalami banyak hal salah satunya memenuhi panggilan kepolisian dan menjalani proses hukum, hingga beberapa hari kemudian, ia dinyatakan tidak bersalah, namun rasa malu tetap sama, tidak ada yang berubah, semua orang sudah percaya dengan apa yang mereka lihat di media.
Semua itu karena pertolongan pamannya, pamannya yang menemaninya setiap memenuhi panggilan dan pamannya yang menyelamatkannya di barclub malam itu.
Awalnya, Fre tak tahu siapa pria yang datang menyelamatkannya, pria itu tampan. Ketika Fre tahu bahwa pria itu adalah pamannya, Fre terkejut bukan main.
“Paman Stenly?” tanya Fre mendongak menatap pria yang kini berdiri didepannya. Tidak seperti paman yang ada dalam bayangannya, paman yang tua dan mungkin sudah sepuh, ternyata pamannya adalah pria yang tampan dan menggoda, ototnya pun terlihat jelas. Terlihat masih muda dan sangat tampan.
Adik ayahnya? Tentu saja. Ayahnya saja masih cukup muda, apalagi adiknya. Namun, anehnya ayahnya tak pernah cerita tentang adiknya itu. Yang Fre tahu, ayahnya anak tunggal dan tidak ada cerita saudara dalam kehidupan ayahnya.
“Ya. Kenalkan saya pamanmu, Fre.”
Fre mengangguk dan tersenyum, ia malah tersipu dengan pipi merona, ia tidak menyangka debar hatinya saat ini, seperti bertemu dengan pangeran dalam bayangannya. Kulit putih pamannya, tinggi pamannya, dan dewasa, itu lah yang terus menerus menjadi bayangan pasangan Fre.
“Salam kenal, Paman,” jawab Fre.
Fre terus menatap otot-otot pamannya, pria tampan yang menggoda. Tapi, Fre tak tahu dan tidak bertanya, apakah pamannya memiliki istri?
Disaat hati Fre suram, karena masalah yang ia hadapi, pamannya hadir di sisinya, dan menolongnya, menemaninya dan memberikan kekuatan, di saat ia tak bisa membela diri ada pamannya yang membelanya.
“Papa nggak pernah cerita tentang Paman Stenly.” Fre menatap sang Papa yang saat ini duduk dikursi kebesarannya.
Fre melihat sorot mata ayah dan ibunya, walau semua sudah selesai, dan ia dinyatakan tak bersalah, sorot kecewa dari ayah dan ibunya tetap sama seperti awal.
“Dia pamanmu, Papa yang meminta pertolongannya untuk menemanimu.” Ilyas melanjutkan.
“Kenapa Papa nggak pernah cerita?”
“Karena kamu tak pernah bertanya.”
“Paman Stenly ini adalah pamanmu, adik papa. Dia selama ini menetap di Los Angeles, dia memiliki bisnis dan usaha yang maju di sana, hanya saja untuk sementara dia akan bekerja di Jakarta dan mengurus beberapa hal, mungkin sekitar 3 bulan, pamanmu akan tinggal di sini bersama kita.”
“Jadi, kamu harus berterima kasih sama pamanmu,” sambung Helena, sang Mama. “Karena pamanmu yang sudah membebaskanmu dan membuktikan kamu tidak bersalah.”
“Terima kasih, Paman,” ucap Fre.
Di sinilah awal mula terjadinya hubungan terlarang antara Fre dan pamannya, awal mula perkenalan yang cukup mengesankan, bayangan tentang paman yang tua ternyata tidak benar sama sekali.
Fre jatuh cinta pada pamannya, karena pamannya tampan, memiliki tubuh yang gagah, memiliki tubuh yang ideal, dan pamannya memanjakannya, memperhatikannya dan memberikannya cinta yang besar, walau cinta itu adalah cinta paman kepada keponakannya.
Lama tinggal bersama, dan sering ditinggal Ilyas dan Helena ke luar kota, di situlah hubungan mereka dimulai.
Awal mula yang menggoda adalah Fre, Fre tak bisa menahan desir gairah dalam hatinya ketika bersama pamannya, Fre juga tak bisa menjauhkan perasaannya kepada pamannya, bahkan hari
demi hari ia terus menerus menggoda pamannya, dimanapun dan dengan cara apa pun.
Awalnya, Stenly tidak tergoda pada Fre, namun ia cemburu jika ada yang mendekati Fre, bahkan ia menjadi orang pertama yang menjaga Fre dari godaan apa pun diluar sana.
Sekeras apa pun Stenly berusaha menjauhi keponakannya, sekuat itu juga hadir keinginan yang sama dengan Fre. Stenly akui bahwa keponakannya itu cantik dan pulen, menggoda dan wangi.
Hari demi hari yang mereka lalui bersama menjadi hari yang indah, Stenly mengakui itu.
Di malam Ilyas dan Helena ke luar kota, tepat 1 bulan Stenly tinggal bersama mereka. Akhirnya hubungan terlarang Stenly dan Fre terjadi.