"Jangan lupa minum obatnya!" ujar Maudy sebelum turun dari mobil suaminya. Namun, tepat saat Maudy akan keluar, Zein mengunci pintunya. Hal itu yang membuat Maudy langsung berbalik dan menatap suaminya. "Buka nggak?!" omel Maudy langsung menatapnya dengan tatapan mengancam. "Kalau aku tidak minum obatnya bagaimana?" tantang Zein sambil membalas tatapan Maudy. Wanita itu mengangkat bahunya acuh, seraya bersandar ke jok mobil. "Terserah kamu saja, kalau memang suka sakit, dan mual-mual tiap pagi, yasudah ... kamu nikmati saja." "Apa?!" kedua mata Zein segera menatap tak percaya ke arah istrinya. "Kamu tega sekali, di mana hati nuranimu Maudy?" "Habis!" jawab Maudy singkat dan tak terlalu menanggapi. "Kalau begitu kenapa tidak membelinya lagi, stok yang banyak!" jawab Zein sembara

