"Sial*n! Wanita jal*ng itu berani sekali memperlakukan kita seperti ini. Mengunci di dalam toilet. Dia benar-benar sudah tidak waras! Andai saja kita terus melupakan telepon dan menjadi bodoh, entah mau sampai kapan kita di sini!" geram Wita terlihat emosi. Mereka sudah keluar dari sana, setelah menghubungi rejan kerja mereka yang sebelumnya. Namun bayangan selama terkurung dua jam dalam toilet, benar-benar menciptakan trauma untuk keduanya. "Lihat saja nanti, aku akan membalas wanita murah*n itu! Cuma simp*nan, tapi berlagak sombong dan tidak tahu malu. Cih, aku sangat membencinya!" ungkap Wita terus terang. Namun, Wulan yang diam sejak tadi, sepertinya mempunyai pikiran sendiri dan itu tidak sama dengan Wita. Dia juga kesal pada Maudy, tapi anehnya daripada memikirkan balas dendam,

