Bab 48. Rumah Sakit

1090 Words

"Bagaimana perasaanmu sekarang, apa sudah mendingan?" tanya Zein menyapa istrinya yang baru keluar kamar. Dia membawa air putih untuk Maudy, karena sebenarnya Zein pun bermaksud mengecek kondisi istrinya itu ke kamar, tapi karena Maudu sudah dihadapannya, dia langsung memberikannya saja. "Aku paham, kamu pasti syok dengan kabar yang kamu terima. Adik kamu nakal dan tidak disangka diusianya yang masih semuda itu sudah berani melakukan hal yang nekat. Aku juga cukup kaget, tapi jangan terlalu dipikirkan, karena setiap masalah pasti ada solusinya dan pasti berakhir pada waktunya," jelas Zein terdengar bingung. Maudy mengangguk, kemudian berjalan ke arah tempat duduk yang ada di ruang tengah, lalu duduk di sana dan meneguk air putih yang Zein berikan. Maudy memang tidak tahan berdiri ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD