Tiga puluh sembilan “Karena Om Ferdy dan polisi memang belum menemukan pelakunya.” Ungkap Jamima menggenapi kalimatnya tadi. “Ehm, begitu? Apa sesusah itu untuk nemuin pelaku?” Gabrian lega sekarang, ternyata bukan sang Papi pelakunya itu. Jamima menggeleng. “Aku enggak tahu, Mas.” Gabrian terdiam, memainkan jemarinya di atas meja. “Apa karena itu Papinya akhirnya akan menikahi Jelita?” ucapan Gabrian kali ini jutsru membuat Jamima gantian terkejut. Dia terbelalak, menoleh ke arah Gabrian dengan mulut menganga lebar. “Apa tadi Mas bilang? Apa aku ndak salah dengar?” “Apa?” “Yang barusan Mas ngomong itu!” “Soal pernikahan Papi dan Jelita? Iya, aku Cuma lagi mikir apa Papi nikahin Jelita karena itu?” ‘Sebentar, ini maksudnya apa ya? Kenapa mbak Jelita malah mau menikah dengan Om

