Ancaman Jamima

1968 Words

Empat puluh sembilan Hari itu akhirnya Gabrian berencana menemui Ferdy di rumah, sepulang ngampus dia bergegas mamacu gas vespanya. Namun dia tak membawa Jelita serta bersamanya, karena dia tahu gadis itu pasti akan menolaknya. “Kalau gini caranya gue harus bicara sama si Papi, udah enggak tahan lagi gue berlarut-larut sama masalah yang sama. Kalau toh pada akhirnya ternyata Jelita dan Papi memang harus berjodoh, ya apa boleh buat. Setidaknya, gue punya kenangan bahwa gue pernah memperjuangkan cinta pertama gue meski dengan cara yang sangat sederhana, meski hanya dengan hal kecil. Gabrian terus saja memikirkan Jelita sepanjang jalan, membayangkan kejadian yang menimpanya saat masih di Semarang, entah itu benar terjadi atau hanya sebuah kebohongan, yang jelas membayangkannya saja Gabrian

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD