Lima puluh Jelita tiba-tiba datang, dia melihat Gabrian dan Jamima tengah duduk bersama dan terlibat dalam sebuah pembicaraan namun dia tak bisa mendengar jelas apa yang tengah mereka bahas. Jamima yang melihat Jelita datang, bergegas meninggalkan Gabrian setelah mengatakan bahwa dia akan memberikan Gabrian waktu untuk berpikri tentang hal ini. “Aku tunggu kabar baik dari Mas Gabrian.” Ucapnya sok manis. Jelita mengejar langkah Jamima. “Habis apa kamu sama Gabrian?” “Apa sih, mau tahu aja urusan orang!” ucap Jamima. “Jangan buat masalah ya kamu.” “Ndak! Ish, ribet deh mbak ini.” Jamima meninggalkan dia, menuju dapur hendak makan ice cream yang ada di lemari pendingin. Gabrian yang melihat kedatangan Jelita, menghampirinya. “Ta, udah balik?” Jelita mengangguk pelan, kemudian merek

