Lima puluh satu Jelita berbaring di tempat tidurnya, menatap langit-langit dengan pandangan kosong. Dirinya sama sekali tak berdaya dengan hidupnya sendiri. Bukan begini masa dewasa yang dia impikan saat dia kecil dulu. Cita-citanya saat kecil adalah ingin belajar dengan giat kemudian menjadi seorang wanita pekerja keras yang mampu membalikkan keadaan ekonomi keluarganya yang berada di kasta bawah, jika ada sistem kasta maka mereka berada di kasta terbawah. Kehidupan yang serba biasa, bahkan cenderung kekurangan dalam berbagai hal. Sandang, papan bahkan pangan yang sejatinya adalah kebutuhan dasar untuk bertahan hidup. Jelita ingat saat dia kecil, pernah satu kali mengeluh pada bapaknya. Bertanya tentang mengapa keluarganya begitu miskin, sampai harus makan dengan lauk serupa setiap h

