Lima puluh dua “Ta, berangkat bareng aku ya!” ucap Gabrian sambil menyunggingkan senyum di bibirnya. Jelita yang tengah merapikan jilbabnya lewat pantulan dirinya di kaca aquarium menggeleng pelan. “Yah, kenapa? Kan sekalian? Irit ongkos!” paksanya. “Aku naik angkot aja biar enggak mahal.” Jawab Jelita yang lebih memilih terus menghindari Gabrian. “Angkot panas, bau kambing!” “Kambing enggak naik angkot Gab!” tukas Jelita galak. “Galak banget sih, Ta! Habis nelen naga ya?” Jelita hampir saja tersenyum dan terkekeh, tapi dia menahan diri dan tetap menunjukan muka tak bersahabat di depan cowok tampan itu. “Ta! Udah bareng aja! Kalau kamu takut diganggu Rere, kamu turun di depan aja! Gimana? Daripada nanti telat, naik angkot kan ngetem lama, Ta!” rayu Gabrian masih tetap bertahan de

