Lorong Arah Toilet

1176 Words

Lima puluh tiga “Kamu jahat, Sayang!” tukas Rere dengan wajah berlinang airmata. Sampai saat ini, dia masih setia dan tetap menyebut Gabrian dengan panggilan sayang. Seolah dia adalah pemilik hatinya. “Kalau aku jahat, terus kamu apa Re?” tanya Gabrian geram. Rere menyeka airmatanya, dengan mata kepalanya sendiri dia melihat cowok yang dia idamkan itu tengah menggenggam tangan Jelita dengan erat. Hatinya terbakar cemburu hebat demi menatap kedua tangan itu saling bertautan. Dia tak percaya Gabrian membalas kalimatnya dengan bahasa menyakitkan yang langsung menghujam jantungnya. Jelita bersembunyi dibalik tubuh Gabrian, takut sekali kalau tiba-tiba Rere menyerangnya karena kesal. Kedua sahabat Rere mendekati ketua ganknya, bingung harus melakukan apa setelah tangan mereka terlepas dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD