Parfum Tian

1336 Words

Sembilan puluh dua Jelita tercengang, paper bag yang dia pegang terjatuh karena Gabrian menghentak-hentak bahunya dengan sangat keras. “Gabrian..” lirihnya. “Ta, apa kamu tahu? Ini berlebihan untuk aku Ta. Sangat berlebihan. Sedikit aja pikirin perasaan aku.” “Maafin aku, Gabrian.” “Kamu enggak bisa gini, Ta.” “Maaf..” ulang Jelita. Gabrian menghela nafas. “Sudahlah, sebaiknya kita pulang saja!” Dia berjalan pergi meninggalkan Jelita. Dia begitu karena benar-benar tengah dilanda patah hati yang amat sangat. Keadaan ini, dan sikap Jelita sungguh menyiksanya, membuatnya begitu tertekan. *** Berhari-hari sudah persiapan dilakukan demi menyambut hari penting itu, orang tua Jamima akan datang lusa sehari sebelum acara itu dilangsungkan. Mereka belum tahu bahwa Jamima tengah menderita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD