Empat puluh lima “Ta!” Gabrian yang tidak masuk kelas menunggu Jelita di depan pintu. Gadis itu baru saja keluar bersama Cherry yang tampak sibuk dengan rambut panjangnya yang bergelombang indah. “Hai, Gabrian cowok paling populer di kampus.” Cherry menoel bahu Gabrian. “Oh, iya hai.” Balas Gabrian tanpa tahu siapa yang menyapanya itu. “Ayo Ta, balik! Sekalian makan siang di luar.” “Gab, aku mau balik sendiri aja mulai sekarang.” Ucap Jelita sambil menggaet lengan Cherry. “Lho, kenapa?” “Aku mau balik bareng Cherry aja, iya kan Cher?” “Ha? Emang rumah kamu dimana, Ta?” tanya Cherry sambil mengerjapkan mata yang kemasukan poninya yang mulai panjang. “Udah, ayo Cher!” ajak Jelita. “Ta, nanti Papi marah lho!” Gabrian meraih lengan Jelita yang bebas. “Nanti aku bilang Om kalau aku

