Keputusan Yang Sama

1111 Words

Empat puluh enam “Neng Jelita, kok pulang sendirian?” Bibi bertanya saat Jelita sampai rumah dengan menaiki ojek online. “Iya Bi. Jelita masuk ya Bi.” Jawabnya singkat saja. “Neng, ditunggu Pak Ferdy di ruang kerja dia!” Wajah Jelita berubah, menyiratkan rasa yang sulit untuk dijelaskan. “I-iya Bi. Jelita ke kamar dulu taruh buku dan tas.” “Iya, Neng.” Jamima keluar, memperhatikan kakaknya dengan muka jutek. Jelita tak menggubris adiknya yang semakin aneh itu, dia ngeloyor masuk dan gergegas mendatangi ruang kerja Ferdy yang ada di lantai bawah rumah besar itu. “Tok!! Tok!!” “Iya, masuk aja!” seru Ferdy dari dalam sana. “Om, ini Jelita.” “Oh, iya Jelita. Masuk sini.” Jelita agak kikuk, dia berjalan masuk dan duduk di sebuah sofa yang tak jauh dari meja kerja Ferdy. Dibelakang s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD