Empat puluh tujuh “Kamu udah keterlaluan!” sentak Jelita nanar. “Ini ternyata sifat asli mbak? Playing victim, menganggap semua orang salah. Dan selalu merasa jadi korban, padahal di dunia ini bukan hanya mbak yang susah! Aku juga susah, aku susah karena aku selalu berbeda dari teman-teman lain! Mereka selalu bisa beli apapun yang mereka mau, tapi aku ndak! Aku juga sama, susah! Mbak paham ndak sih!” “Terus, mau kamu apa?” “Aku mau menikah dengan Mas Gabrian!” “Jangan macam-macam kamu!” “Kenapa? Toh mbak ndak jadi menikah sama dia kan? Karena mbak mau menikah dengan Om Ferdy! jadi apa salahnya kalau aku berusaha mendekati Mas Gabrian!” “Dia bukan laki-laki yang bisa didekati siapa saja!” “Aku adalah Jamima! Aku bukan siapa saja! Aku juga wanita baik-baik yang cantik! Dan yang jelas

