Enam puluh "Bagaimana menurut Gabrian?" Tanya Ferdy di ujung kisahnya. Gabrian tak tahu harus berkata apa, dia hanya terdiam dan tampak merenungkan segalanya. "Sungguh, Papi sangat ingin melihat kalian menikah. Papi sangat gelisah selama ini, membayangkan reaksi kedua orang tua Jelita kalau tiba-tiba mendapat berita bahwa putrinya jutsru akan menikah dengan seorang duda beranak satu, yang anaknya seumuran dengan putri mereka." Ucap Ferdy dengan airmuka sedih. "Segalanya semakin rumit sekarang, Pi." Jawabnya. "Maksudnya?" Tanya Ferdy tak mengerti. Gabrian diam lagi, kemudian dia pamit ke kamar. Meninggalkan Ferdy yang menunggu jawaban dari putranya itu. Laki-laki paruh baya itu menghela nafas dan berusaha sabar dengan kedua anak muda itu. Apapun yang terjadi, dia tak boleh menikah den

