Enam Puluh Satu "Neng Jelita, ditungguin Pak Ferdy di ruang tengah." Bibi melongok masuk ke kamar Jelita. Deeggg!! Jelita mendadak gugup, apakah gerangan yang hendak dibicarakan Ferdy kepadanya. Apakah, soal pernikahan? Oh tidak, Jelita masih belum teguh dengan keputusannya untuk menikah dengan Om beranak satu itu. "Bagaimana aku harus menghadapi Om Ferdy sekarang, sementara tekad aku untuk menikah dengannya masih datang dan pergi." Lirihnya. "Neng.." Jelita tersentak. "Oh, iya Bi. Iya Jelita kesana sekarang, mau pakai jilbab dulu." "Iya, neng. Jangan lama ya, Pak Ferdy mau ke kantor." "Iya, Bi." Jelita buru-buru memakai jilbabnya dan keluar dari kamar dengan perasaan tak karuan. 'Kemana perginya tekadku yang sudah bulat untuk menikahi Om Ferdy? Kemana dia pergi? Kenapa aku kemba

