Belajar Malam Pertama?

1010 Words

Tian, Ferdy dan Gabrian sebagai keluarganya menunggu di luar sementara Jamima dan Jelita masih mempersiapkan diri di dalam. Tian nampak gugup sekali, tak henti melihat ke arah pintu menunggu kemunculan Jamima. Dia cemas kalau-kalau Jamima berubah pikiran. Gabrian menepuk paha Tian yang duduk bersila di sebelahnya. "Muka lo kenapa? Kayaknya kaku banget?" "Eum, enggak apa-apa." "Enggak usah takut ditolak! Bapak dan Ibunya Jamima kan udah tahu kaya apa elo, cowok baik-baik dan sayang terus peduli sama mereka. Jadi, apa yang perlu dicemaskan?" "Gue enggak cemas soal itu!" "Lho, terus soal apa?" "Soal malam pertama? Yaelah! Masih lama, baru juga tunangan! Lagian, soal begituan gue pakarnya! Gampang nanti gue ajarin!" Bisik Gabrian dengan konyol. "Idih! Bukan soal itu! Gue udah belajar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD