Gontai

2038 Words

Enam puluh tiga Jelita melangkahkan kaki dengan gontai ke gerbang utama kampus. Dia hendak pulang ke rumah, berharap tiba-tiba ada sebuah tangan hangat meraih lengannya dari belakang dan memaksanya agar mau pulang bersama menaiki sebuah Vespa mahal. Kemudian sepanjang jalan Jelita akan membenamkan wajah di punggungnya yang bidang dan harum. Tapi, Jelita mulai terlihat memukul pelan kepalanya sendiri. Semuanya jadi terasa aneh sekarang, barangkali itu adalah salah satu alasan mengapa orang tidak boleh begitu berharap akan hal apapun. Karena akan seperti itu rasanya, galau dan cemas menunggu hal yang dia harapkan datang. Jelita sudah hampir sampai di gerbang depan, namun sosok yang dia nanti kehadirannya itu belum juga menampakkan batang hidungnya. "Gab, apakah kamu berusaha membenarkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD