Suara teriakan itu terdengar dari kejauhan. Erro berusaha menulikan seluruh pendengarannya. Dia terus memaksakan kakinya berlarian menghindari Rio yang kini tengah mengajarnya. Cepat diraihnya kenop pintu mobil dan menguncinya rapat-rapat. “b******k! Keluar lo!” suara teriakan Rio masih bergema. Erro melirik sekilas kaca spionnya. Di sana tampak Rio yang berlari kesetanan ke arahnya. Erro menggas mobilnya dengan cepat. Sayangnya Rio berhasil merangsek maju dan memposisikan diri di depan badan mobil. Erro membunyikan klakson mobil dengan frustasi. “Minggir!” Rio tak mempedulikan bentakan kasar Erro. Dia malah mendekat dan menggedor kaca mobil Erro. Erro menurunkan kaca jendelanya dan menatap Rio dengan sinis. “Mau apalagi?” “Kenapa lo nggak pernah jujur? Lo adalah manusia paling munaf

