Perhatian Tulus ...

1339 Words

“Berjalanlah pelan-pelan. Biar aku bantu,” ujar Bulan seraya membukakan pintu di samping suaminya. Langit mengulurkan tangannya, dan langsung disambut oleh Bulan. Lelah perjalanan mereka dari rumah sakit tergantikan oleh perhatian wanita itu. Begitu pun saat mereka ada di rumah sakit, Bulan begitu setia menemani selama 3 hari penuh. “Terima kasih ...” “Sudah terlalu banyak kamu berterima kasih. Aku ini bukan relawan, kamu tahu itu?” ujar Bulan seraya memegangi lengan Langit dan berjalan perlahan menuju kamar mereka. “Butul sekali, kamu memang bukan relawan, tapi milikku. Milikku seutuhnya.” Tiba-tiba saja Bulan memukul pelan dadda Langit. “Kenapa kamu memukulku begitu, uh?!” tanya Langit agak mengeraskan suaranya. “Supaya kamu sadar dan tidak mengkhayal lagi. Sebentar lagi aku buk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD