"Riana manja, dan itu bukan tipe yang kamu suka, kan?" Geo mendelik. Apa lelaki itu tidak cukup untuk menyudutkannya tadi?! "Siapa? Abang ngomong sama siapa?" Tanya Riana. Gadis itu menatap Erlan dengan dahi berkerut. Tidak terima jika dirinya disebut sebagai gadis manja. Walau kenyataanya seperti itu, tetap saja Riana tidak suka. Dia sedang berusaha mandiri kok. Ya, dibantu sama Chandra juga sih. "Nggak ada. Bikin berapa kilo emang, hm?" Tangan Erlan mendarat di kepala adiknya. Erlan menyayangi Riana. Sepantasnya seorang Kakak terhadap adik. Bukan rasa suka dan sayanh yang berlebih. Tapi dirinya benar-benar menyayangi Riana layaknya Adik. Ia sudah berjanji pada Papanya untuk menjaga Riana. "Bikin seperempat," jawab Riana. Ia menyengir lebar melihat wajah Erlan yang langsung mendat

