Bagian 44.

1273 Words

POV HARSA "Maaas!" Safira keluar dari kamar mandi dengan berlari. Lalu melompat ke atas petiduran ketika sudah berada di kamar. Sedikit bergetar, ia memelukku yang tengah menidurkan Emyr dari belakang. "Kenapa?" tanyaku setengah berbisik. Khawatir Emyr bangun. Jeritannya barusan, juga gerakannya melompat ke atas tempat tidur saja membuat Emyr menggeliat. "Apa itu di kamar mandi, Mas?" tanyanya bergetar. "Kamu lihat?" "Enggak. Tapi aku belum nyalain kran, udah nyala sendiri." "Ya, gak apa-apa. Mungkin dia mau mandi," ucapku asal. "Mas!" Ia mencubit pinggangku. Aku tak dapat menahan tawa. "Tadi diantar gak mau," ucapku sambil meraihnya dalam pelukan. Lalu mengusap punggungnya untuk menenangkan. "Masa mau pipis aja, Mas, harus ikut." "Ya, gak apa-apa. Kamu memang gak boleh jauh-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD