18. Kamu Menginginkan Dia

2538 Words

Mobil berhenti di tikungan jalan, tepat di jalanan kompleks perumahan tua. Raymond mematikan mesin, lampu depan padam, menyisakan kegelapan yang hanya diterangi oleh lampu jalan yang berkedip-kedip tidak stabil. David menunjuk ke sebuah rumah di ujung gang. "Itu," katanya pelan, seolah takut suaranya terdengar terlalu keras di malam yang sunyi. Raymond menatap bangunan itu, rumah sederhana dengan teras kecil, cat dinding yang sudah mengelupas, genteng yang terlihat melengkung di beberapa bagian. Sebuah mobil tua berwarna hitam kusam terparkir di depan, bodinya sudah penyok di beberapa sisi. "Ada mobil teman ayah," bisik David, matanya tertuju pada mobil itu. "Sepertinya dia masih di rumah." Sherry menarik napas. Tangannya yang memegang gagang pintu sedikit gemetar. "Ayo turun, Dave."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD