Part 12

867 Words
Tanpa terasa dua hari telah berlalu, maka habislah masa kontrakan yang mereka tempati. Mau tidak mau mereka harus keluar dari kost an itu dan mencari kost an yang baru. Sebab Riko tidak sanggup membayar uang sewa bulanan. Sepasang suami istri itu kini tengah asik membereskan pakaian dan barang barang lainnya. "Din kamu tunggu di sini aja ya. Aku mau jual barang barang ini dulu buat tambahan uang kos kita yang baru. Lagian kan kita bisa keluar nanti sore. Aku pergi bareng Cristove, dia bilang Tante nya mau borong semuanya jadi aku nggak perlu lagi mutar mutar buat nyari pembeli" "Emang kamu mau jual apa?" "Aku mau jual kulkas ini, terus beberapa barang elektronik milik aku lainnya" "Memang nya kenapa harus di jual? Kita kan bisa pakai di tempat baru" "Sorry Din, ini satu satu nya harta yang aku punya, sedangkan aku nggak punya uang cash di tangan. Gimana caranya kita bisa bayar kost yang baru kalau nggak punya uang! Belum lagi untuk biaya makan dan lainnya, jadi satu satu nya jalan adalah dengan menjual ini semua" "Sebegitunya ya kita nggak punya duit sampai harus jual semua ini" "As you Din" "Hufff" Diana menarik nafas dalam dalam. Padahal ini baru terhitung 3 hari pernikahan dia hidup berdua dengan Riko, tapi sudah nampak bayangan kalau nanti masalah yang akan ia hadapi adalah nafkah dari suaminya pasti tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan nya sehari-hari. "Terus kalau uang hasil jualan ini habis, kita mau makan apa nanti?" "Aku aka nyari kerja, lagian motor nggak bakalan aku jual" "Ya sudah terserah kamu saja. Mana baik nya aja. Kita harus bisa buktikan ke orang tua kita kalau kita bisa hidup berdua tanpa uang dari mereka.Walaupun sebenarnya aku juga ragu apa kita bisa melewati semuanya " "Aku akan berusaha semampu ku dan sebisaku. Aku janji nggak bakalan menelantarkan kamu" "Ya" Hening, hingga akhirnya mereka selesai merapikan semua barang. Lalu mobil yang di sewa oleh Cristove tiba lalu mengangkut semua barang barang elektronik milik Riko untuk di jual ke Tante nya Cristove. Sedangkan Diana di tinggal sendirian di kost. Singkat cerita Riko pulang pukul 3 sore, Diana yang mendengar suara motor Riko pun langsung membukakan pintu. Kemudian Riko masuk ke dalam. "Din aku udah dapat kos yang baru, cuman ya nggak seluas dan nggak sebagus kost yang ini. Tapi aku rasa cukup untuk kita berdua. Jadi sekarang kita bisa pergi ke sana. Karena ada beberapa perlengkapan dapur yang harus kita beli. Nanti malah nggak sempat belanja karena kemalaman" Diana yang tidak menaruh curiga akan bentuk kost yang baru yang dimaksud Riko pun tidak menanyakan apapun pada Riko. Iya hanya menurut akan apa yang Riko katakan padanya. Dan mereka pun berangkat meninggalkan kost tersebut untuk pindah ke kost yang baru. Sebelum berangkat tentu saja mereka meminta izin pada ibu kost. Setibanya di kost an yang baru, Diana terkejut melihat pemandangan yang ada di depan matanya. "Ko, kita bakalan tinggal di sini?" "Iya Din, cuman tempat ini yang paling murah, dan aku juga udah bayar kontrakan ini sampai 6 bulan, buat jaga jaga mana tau kita kesusahan nyari kerja" "Kamu yakin bisa tinggal di tempat yang kumuh seperti ini?" "Mau gimana lagi! Nanti aku yang akan membereskan dan membersihkan semuanya. Kamu tenang aja ya" "Aku nggak tau apa aku bisa tidur di dalam nya atau tidak" "Aku minta maaf Din, cuman kos ini yang bisa aku sewa" "Huff.. sudah lah tidak usah menyalahkan diri terus, aku nggak papa kok, aku akan coba untuk terbiasa hidup sederhana " "Terimakasih Diana" "Yok masuk" "Ok" Mereka pun masuk ke dalam ruangan kecil itu, lalu mulai merapikan barang barang. Karena tidak memiliki tikar dan kasur terpaksa mereka melebarkan kardus untuk alas tidur. Ini adalah pengalaman pertama mereka berdua tidur di atas kardus. Sejam telah berlalu, selapas berberes mereka berdua duduk diatas kardus untuk beristirahat. Diana meluruskan kakinya sembari memijit mijit kakinya yang kelelahan. Riko yang melihat Diana kesusahan memijit langsung mengubah posisi dan mendekati Diana. Dia mulai memijit kaki istrinya itu. "Ko kamu mau ngapain? Aku bisa kok sendiri" "Nggak papa, lagian ini semua juga karena aku. Aku yang buat kamu menderita kayak gini. Ini aja belum sampai seminggu kita nikah tapi kamu udah tidur di beralaskan kardus, belum lagi nanti soal makan dan minum. Aku semakin merasa bersalah Din." "Udah, ngapain sih kamu nyalahin diri terus, aku yakin kok kalau kita bekerja sama dan berusaha sekuat tenaga pasti kita bisa melewati semuanya. Mungkin ini sudah jadi takdir dari Tuhan untuk kita berdua" "Amin. Makasih ya Din atas pengertiannya, aku nggak tau lagi harus bagaimana kalau kamu meminta ku untuk memberimu kemewahan" "Hei... emang kamu pikir aku anak mami, yang selalu di mewahkan? Kami itu terlahir dari keluarga yang sederhana Riko. Papa aku bisa mencukupi kebutuhan kami semua dengan kerja kerasnya, tapi dia nggak pernah manjakan kami dengan uang dan kemewahan. Jadi aku sudah terbiasa dengan kesederhanaan " "Iya aku tau. Makasih ya" "Hmm" "Kamu laper nggak?" "Laper sih, emang apa yang bisa kita masak hari ini?" "Aku belum beli peralatan dapur, tadi aku udah sisain uang sekitar 800 ribu buat perlengkapan dapur kita" "Terus sekarang gimana?" "Makan di luar aja yuk" "Boleh yaudah yuk" Sepasang suami istri itu pun pergi ke warung makan untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD