"Aisha!" Nermin memanggil Aisha yang baru saja keluar dari kamar mandi. "Aisha, cepatlah. Deniz menangis terus!" teriaknya. "Sebentar, Kak." Aisha berjalan ke kamarnya melihat putranya. "Sudah tiga hari anak itu menangis terus. Apa dia rindu ayahnya?" Nermin berjalan menghampiri Aisha. "Anak yang malang. Bahkan ia tidak pernah melihat ayahnya sejak dilahirkan." "Kak, nanti setelah aku mandikan Deniz tolong kau jaga dia ya." "Memangnya kau mau ke mana?" "Aku mau keluar sebentar membelikan popok untuknya. Aku juga akan pergi ke rumah sakit untuk meminta waktu membayar sisa tagihan kemarin." "Ya sudah, pergilah. Sebelum ada petugas datang ke mari dan menagih." Setelah Aisha memandikan putranya, ia memberinya ASI dan menidurkannya. Lalu ia segera bersiap. Setelah merapikan diri, ia meng

