When Aydin Met Aisha

1465 Words

Setelah cukup lama menempuh perjalanan pulang, kini akhirnya Nermin tiba di jalanan lingkungan apartemennya. Wanita itu mendadak menjadi pusat perhatian. Sampai anak-anak yang berlarian pun berhenti hanya untuk sekadar melihat penampilan terbarunya. Nermin semakin sombong. Wanita itu berjalan menirukan gaya model. Bahkan ia sampai melambai-lambai membayangkan dirinya berada di panggung Miss Universe. "Hust… sana pergi! Pagi, sore, malam, selalu saja tidak pernah sepi jalanan ini dari kalian bocah-bocah." Nermin mengusir anak kecil yang menghalangi jalannya. Wanita itu kembali melangkah. Hingga sampai di depan apartemen lantai paling bawah, ia melihat temannya yang melongo. "Hai, Tugce. Tutup mulutmu itu, jangan sampai kemasukan lalat." Tugce bergerak mendekatinya. "Nermin, apa ini kau?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD