Deniz menelan ludah berkali-kali. Pemuda itu masih sibuk mengagumi keindahan rumah Sevda. Seorang pelayan, Elma tampak berjalan menuju taman dengan senampan minuman serta cemilan. Elma menaruh dua gelas jus jeruk dan satu piring kue serta satu lagi piring stick snack di atas meja. "Apa kau butuh sesuatu lagi, Nona Sevda?" tanya Elma ramah. "Bibi Elma, jangan panggil aku Nona. Kau membuatku malu di depan temanku." Sevda sedikit mengeluh. Elma tersenyum. "Bibi lupa. Hehehe." "Oh iya, kenalin, Bi. Ini temanku. Namanya Deniz." Sevda saling memperkenalkan mereka berdua. "Deniz, ini Bibi Elma. Dia yang biasa masak dan menyiapkan kebutuhanku." "Maksudmu pelayan?" tanya Deniz membuat Elma dan Sevda terdiam beberapa detik. "Tapi dia sudah seperti anggota keluarga di sini. Kami tidak pernah

