Aiko dan Yolla naik taksi menuju ke perusahaan tempat Gara bekerja. Sepanjang perjalanan Yolla hanya melamun memikirkan nasib hidupnya yang begitu pahit.
"Yolla, sudah aku transfer uangnya. Kamu jangan bersedih lagi, percayalah semua pasti akan baik-baik saja, " ucap Aiko.
"Terima kasih banyak, maaf karena sudah merepotkanmu. Nanti jika aku sudah ada uanga akan aku langsung ganti, " jawab Yolla merasa terharu.
"Tidak perlu memikirkan itu, saat ini yang terpenting kamu harus menolak menjadi istri Gara. Jika itu terjadi sama saja kamu masuk ke pintu neraka. Jadi kamu harus berani melawannya, " balas Aiko.
"Iya, aku tahu. Bagiku pernikahan hanya ingin satu kali dalam hidup dan harus harus dengan orang yang aku cintai," ucap Yolla penuh harap.
"Iya dong, karena kita adalah perempuan yang bebas memilih. Gara dan Alesia itu memang benar-benar minta aku pukul, " gerutu Aiko sambil memukul sikunya dengan tangan.
Sesampainya di tempat tujuan, Aiko berdecak kagum.
"Gara memang pantas sombong, perusahaan dia sebesar ini. Jauh lebih besar dari orang tuaku. "
"Apa kamu takut padanya karena hal ini? " tanya Yolla cemas.
"Aku? Takut? Ha... Ha... Jangan becanda. Ayo masuk! " ejek Aiko penuh percaya diri.
"Eh, bukannya itu Kak Mahesa? " tanya Yolla memastikan.
"Iya, wah dia mobilnya baru nih, " balas Aiko.
Tak lama kemudian Gara keluar dari pintu perusahaan dan menghampiri Mahesa.
"Loh, itu gara. Ayo kita segera ke sana sebelum mereka pergi! " sela Aiko berlari duluan.
Yolla mengejar sahabatnya, dalam hatinya ada perasaan takut dan gelisah. Dan yang lebih dikagetkan lagi Aiko bukannya bicara baik-baik duluan tetapi malah langsung menarik lengan gara kemudian membangtinya ke aspal.
"Ahh... " teriak Gara kaget sekaligus kesakitan.
"Ayo maju! Kamu adalah lelaki yang pantas aku hajar! " tantang Aiko tanpa rasa takut.
Yolla melongo, tidak menyangka jika Aiko sebegitu beraninya menghajar orang.
"Kau! Dasar berengsek! Berani-beraninya mempermalukan aku di depan karyawan aku sendiri! " teriak Gara sambil bangkit.
"Aiko, kenapa kamu menghajar Gara? " tanya Mahesa yang tidak kalah syoknya.
"Oh, jadi dia adik sepupu kamu? " sela Gara menatap Mahesa dengan pandangan yang kesal.
"Iya, " jawab Mahesa menahan tawa.
Aiko tidak sabar lagi, dia ingin memukul wajah Gara yang sedang lengah tetapi langsung di tahan oleh Mahesa.
"Aiko, kenapa kamu marah? Ada masalah apa dengan Gara? " tanya Mahesa.
"Lepaskan tangan aku kak! Teman kamu itu memang pantas mendapatkan. Berani-beraninya dia memaksa Yolla untuk menikah kontrak dengannya. Itu sama saja dia ingin menghancurkan masa depan Yolla! " jawab Aiko tidak Terima.
"Hah, serius? " pekik Mahesa menoleh ke arah Gara.
"Kan hanya menikah di atas kertas, aku tidak akan menyentuh dia sama sekali! " sela Gara tidak merasa bersalah.
Aiko semakin kesal, karena tangannya tidak bisa bergerak dia menggunakan kakinya untuk menendang lutut Gara sampai terjatuh.
"Sialan! Kalau kamu bukan cewek dan adiknya Mahesa sudah aku hajar kamu! " teriak Gara sangat marah.
"Hajar saja kalau kamu mampu," sergah Aiko.
"Aiko, kamu jangan membuat Gara habis kesabaran. Walaupun kamu pandai ilmu bela diri tapi Gara jauh di atas kamu, " sela Mahesa memperingati adik sepupunya.
"Lagian Gara ini tidak punya otak sama sekali! Kamu kira Yolla perempuan apa? Jika dia menikah dengan kamu, sedangkan kamu di belakang berhubungan dengan Alesia apakah itu tidak mencoreng namanya? Terlebih lagi jika nanti kamu menceraikan dia apakah kamu tidak memikirkan dia yang sangat cerdas dan masih mudah menjadi janda?" umpat Aiko.
"Gara, kalau soal ini aku setuju dengan Aiko. Kamu tidak bisa memaksa Yolla untuk jadi istri kontrak kamu. Kasihan masa depan dia, " timpal Mahesa menasihati Gara.
"Tidak bisa, kamu hutang padaku dan harus membalas semuanya! " jawab Gara kekeh melirik ke arah Yolla.
"Berapa total semua hutangnya?" sela Aiko.
"Sepuluh Milyar. "
"Gila! Kamu mau memeras Yolla? Tidak aku sangka orang sekaya kamu masih mau menggunakan cara licik untuk memperkaya diri! " sindir Aiko.
"Tidak peduli, intinya kalau tidak mau mengembalikan uang segitu maka harus mau menikah kontrak dengan ku! " jawab Gara dengan tatapan garang.
"Baik, beri waktu dua bulan. Dan dalam masa dua bulan itu biarkan Yolla bebas untuk mencari uang. Oh iya satu lagi, pacar kamu itu payah sekali ya? Seharusnya kalau memang mencintaimu akan berusaha memperbaiki diri untuk mengambil hati orang tuamu. Tapi dia malamalah menggunakan wanita lain untuk menjadi tameng, dia itu cinta kamu atau hartamu saja? " sindir Aiko menarik tangan Yolla dan berlalu pergi.
"Ah sialan, adikmu lebih menyebalkan dari yang kamu ceritakan! " gumam Gara pada Mahesa.
"Yah, beginilah. Tapi kaki ini aku memihak pada Aiko, karena kamu memang salah," jawab Gara.
"Masa bodo ah," sela Gara masuk ke dalam mobil Mahesa duluan.
Di sisi lain Aiko mengajak Yolla ke Cafe karena sangat haus sekali setelah tadi berteriak-teriak.
"Puas sekali aku memaki dia, " ucap Aiko tersenyum lega.
"Tapi bagaimana cara aku mendapatkan uang sepuluh Milyar itu, " keluh Yolla menarik napasnya.
"Tenang saja, kan tadi aku sudah bilang selama dua bulan ini kamu tidak perlu bekerja pada Alesia. Jadi mari kita tangkap buaya dan hadilkan uang yang banyak. Aku akan membantu kamu, jadi kamu jangan khawatir, " bujuk Aiko menyemangati.
"Apa? Kamu mau membantu aku? Kamu sendiri juga sedang dalam masa sulit kan karena semua kartu kamu di bekukan, " balas Yolla masih bingung.
"Ya aku bisa cari uang denganmu, dari para buaya itu. Aku senang hati melakukan ini, bagiku mempermainkan mereka seperti sebuah hiburan tersendiri, " ucap Aiko.
Yolla menggeleng merasa aneh dengan Aiko, sungguh perempuan yang memberani dan liar. Pantas saja kedua orang tua Aiko sangat pusing memikirkan anak gadisnya yang memiliki pendirian sendiri dan susah diatur.
"Terima kasih, Aiko. Kamu sangat baik sekali, " ucap Yolla memerah matanya.
"Eh, jangan menangis. Nanti dikira orang lain aku menindas kamu," bujuk Aiko.
"Iya, aku harus bisa bertahan hidup dengan baik. Kelak aku harus menjadi orang sukses dan membahagiakan kedua orang tuaku, " kata Yolla meyakinkan diri sendiri.
"Nah gitu dong, jadilah orang yang optimis dan pantang menyerah. Saran aku, tidak apa-apa saat ini kamu jadi perempuan matre, yang penting kamu bisa melunasi hutang pada Gara. Kemudian kalau sudah ada modal bikin usaha sendiri, barulah setelah itu taubat jadi perempuan yang baik, " saran Aiko.
Yolla tertawa, tidak menyangka ide konyol dari Aiko sangat menarik minatnya.
"Yolla, kalau kamu sukses apa yang akan kamu inginkan? " tanya Aiko penasaran.
"Aku ingin punya rumah sendiri di kota ini, membuka usaha untuk kedua orang tuaku. Aku tidak ingin melihat keluargaku menjadi lelucon saudara-saudaraku lagi. Sungguh sedih sekali, dulu saat mereka ada kesulitan ayah aku dengan hati yang tulus mengulurkan tangan. Tetapi ketika ayah dalam posisi terpuruk mereka semua pergi, " ucap Yolla meremas gelas dalam genggamannya.
"Aku tahu perasaanmu, makanya kamu harus berani mengambil langkah pertama. Setelah ini mari belanja baju yang bagus dan kita ke sarang buaya, " ajak Aiko.
"Iya," jawab Yolla.
Entah kenapa kali ini Yolla tidak memiliki rasa takut sama sekali, dia ingin merubah hidupnya. Walau dengan cara yang sangat berbahaya.