Part 18

686 Words

"Pers mengklaim mereka telah menemukan istrimu yang misterius..." Evan terdiam, kilatan sesuatu yang rumit terpancar di matanya yang tajam. Ia bukan lagi Evan yang sama yang tumbuh bersama Silvi bertahun-tahun lalu. Bertahun-tahun bergelut di dunia bisnis telah membuatnya lebih tenang, lebih sulit dipahami daripada sebelumnya. Silvia menyadari ia tak lagi bisa membaca pikirannya seperti dulu. Setelah beberapa saat, akhirnya ia menjawab, suaranya datar. "Tidak masalah." Silvia mengerjap, sejenak tertegun. Apakah ia benar-benar tidak peduli? Ia mencoba lagi, dengan lembut. "Tapi Miranti istrimu." "Dia punya buku nikah. Jika buku itu tidak bisa memberinya ketenangan pikiran, berarti dia agak bodoh, ya?" Silvia ragu-ragu, memikirkannya. "Baiklah kalau begitu. Aku hanya tidak ingi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD