Part 21

1020 Words

Herannya, suara kalung itu tak hanya cocok dengan kata-katanya, tetapi juga irama dan intonasi suaranya sendiri—persis seperti yang ia bayangkan saat berbicara. Herry menekan kalung itu ke tangannya. "Bodoh, berlian itu cuma imitasi. Aku khawatir kau akan marah karena itu palsu." Lega, Miranti mengetik, "Berapa harganya? Biar kubayar." "Kita sudah bertahun-tahun tidak bertemu, dan kau malah mempermasalahkan hadiah kecil? Apa kau mau membuatku marah?" Miranti tersenyum, membiarkan kebaikannya terucap dan mengetik dua kata. "Terima kasih. Aku tidak ingin membuat suamiku salah faham." Heri mengangguk. "Sudah larut, sebaiknya kau istirahat," kata Herry sambil membereskan barang-barangnya. "Ingat—jangan sampai kalung ini basah, dan Jangan lupa rencana kita besok." Miranti mengangg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD