Part 20

837 Words

Di seberangnya, Heri sekilas melihat nama Evan terpampang di ponselnya. Ia menelan ludah, berusaha tampak tidak terpengaruh. "Ranti, bisakah kau fokus makan malam sekali ini? Jangan pedulikan hal lain dulu." Miranti menyimpan ponselnya dan mengambil garpu, tetapi sebelum ia sempat menggigitnya, ponselnya berdering lagi. Ia menutup telepon dan mematikannya. Evan mendengarkan bunyi bip monoton saat panggilan terputus. Ketika ia mencoba lagi, sebuah suara mekanis menjawab, [Maaf. Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif.] Wajahnya memucat saat ia meraih mantelnya dan menuju pintu. Di belakangnya, ratapan Humam bergema di aula. "Tante Silvi, Tolong menginaplah disini! Aku ingin tidur bersamamu." Evan berbalik. Silvia muncul dari kamar tidur, membawa koper di tangannya, dipeluk erat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD