Miranti tiba di Ibukota sehari sebelum Evan dan putranya. Setelah beristirahat semalam, ia berangkat untuk menjelajahi kota, tetapi menjelang sore, kelelahan memaksanya kembali ke hotel. Saat mendekati pintu masuk, ia melihat Evan dan Humam—tepat di sana, dilobi hotel. Ia mundur, bersembunyi di balik tanaman pot besar di dekat pintu. Evan mengambil kunci kamar mereka dan menggandeng tangan Humam, menuju lift. "Ayah, aku menelepon Tante Silvi pagi ini. Katanya dia juga menginap di hotel ini! Dia pasti akan sangat terkejut saat tahu kita datang sejauh ini hanya untuknya." "Tentu saja," jawab Evan. Jari-jari Miranti mencengkeram telapak tangannya, jantungnya berdegup kencang. Dari sekian banyak hotel di ibukota, mengapa mereka malah bertemu disini? Ketika Evan meminta nomor identitasnya

