"Dia yang tidak masuk akal. Dia tidak mengizinkan Tante Silvi tinggal di rumah kita, dia tidak pernah pulang, dia tidak memasak untukku, dan bahkan sekarang aku sakit, dia masih tidak peduli padaku. Dan sekarang Ayah juga marah padaku..." Silvia tersadar dari lamunannya dan bergegas menghiburnya. "Jangan menangis, Humam. Mungkin Mamamu sedang sibuk sekarang. Orang dewasa punya banyak hal yang harus dilakukan. Siapa tahu? Mungkin kau akan bertemu dengannya besok." Setelah Humam sedikit tenang, Silvia melirik Evan. "Dia masih anak-anak, Evan. Kalau kau mau menegurnya, lakukan dengan lembut. Bersikap tegas seperti ini hanya akan membuatnya takut dan memperburuk keadaan." Humam masih terisak-isak, napasnya tercekat di d**a. Orang tua mana yang tidak merasa bersalah melihat anaknya seper

