Part 32

1002 Words

Namun Evan, mengingat luka-luka Silvia sendiri, segera melangkah maju, mengambil Humam dari gendongannya, dan melangkah keluar pintu. Silvia mengikutinya dari belakang. Persis seperti keluarga beranggotakan tiga orang yang harmonis. Saat melewati Miranti, raut wajah Silvia yang lembut memancarkan sedikit rasa puas diri—sebuah tantangan yang tersirat dan diam-diam di matanya. Lalu, seolah Miranti tak terlihat, Silvia mengalihkan pandangan dan mempercepat langkahnya, menyusul Evan. Lutut Miranti hampir lemas. Ia harus bersandar ke dinding agar tetap tegak. Bik Minah keluar dari kamar tidur dan melihat wajah Miranti yang pucat, bergegas menenangkannya. "Bu Ranti, kapan Anda pulang?" Dahi Bik Minah berkerut khawatir. Mas Humam segera menelepon Silvia setelah Miranti mengabaikan panggilan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD