Part 48

1810 Words

Berulang kali Crisy melirik jam tangannya. Ini minggu pertamanya bekerja di perusahaan ayah tirinya. Itu kenapa ia belum diizinkan mengambil libur. Hatinya mendadak gelisah. Hari ini Raiza janji akan mengunjunginya. Ada debaran halus yang perlahan mampir tanpa di sadarinya. "Kau ada janji kencan, ya? Dari tadi tidak tenang." Crisy menoleh pada Amelia Nadira. Salah satu dari lima belas karyawan asli Indonesia yang bekerja di sana. Hari ini harusnya dia libur. Namun, karena dua hari lalu izin tak bisa bekerja jadi sabtu ini ia mengkonvensasi liburnya. Amelia, ada di bagian acounting. Berkat Hwan Lian, Crisy bisa mengakrabkan diri dengan yang lain dengan cepat. Selain pribadinya yang baik juga mendukungnya cepat beradaptasi. "Bu-bukan ...," sahut Crisy gugup. Wajahnya sedikit merona. Se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD